bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Teknologi Atap Hijau Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi Atap Hijau Teknologi Ramah Lingkungan – Berasal dari apakah atap yang digunakan pada atap rumah Anda? Apakah berasal dari genteng tanah liat atau dari genteng beton bahkan juga dari genteng metal? Apakah atap rumah yang Anda gunakan tersebut memberikan kontribusi terhadap pelestarian alam? Jika belum, sebaiknya kenali lebih jauh seputar teknologi terkini tentang pemakaian atap hijau yang ramah lingkungan.

Atap Hijau
Atap Hijau

Baca juga: Cara Memilih Lukisan yang Pas untuk Dekorasi Ruangan

Atap Hijau
Atap Hijau

Seperti yang telah diketahui, bahwa sekarang ini sejumlah arsitek yang ada di dunia sedang mengembangkan modela tap yang dapat digunakan untuk menanam rumput. Sehingga, bisa dijadikan sebagai kebun sayur atau sebuah taman. Selain itu, atap tersebut juga dapat menampung adanya air hujan yang turun dan membuat suhu panas di ruangan bisa berkurang. Sehingga, pemakainnya tersebut dinilai sangat menarik sekali.

Sejarah Hadirnya Atap Hijau

Sebenarnya atap hijau yang bisa ditanami oleh tanaman ini sudah dikenal dari ratusan tahun yang lalu di Eropa. Hanya saja, teknologi untuk proses pengembangannya baru saja mulai diaplikaiskan dalam periode di tahun 1970-an silam di bagian Eropa Utara. Di sana, dinding dan atap yang berasal dari beton dan tanah telah dikembangkan dari raturan tahun yang lalu.

Konsep pemakaian atap ini sudah ada saat para ilmuwan merasa adanya sebuah degradasi terhadap kualitas air dan juga manajemen air hujan yang buruk. Banyak sekali pertimbangan terhadap faktor ekonomi dan lingkungan yang makin ditingkatkan. Karena itulah untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga diciptakanlah sebuah inovasi terbaru berupa atap hijau untuk memenuhi pengelolaan air hujan dengan sangat baik dan sempurna.



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding

Keunggulan Atap Hijau

Atap model ini punya banyak sekali manfaat. Beberapa kelebihan atap ini dibandingkan yang lain adalah sebagai berikut ini:

  1. Dapat menyaring adanya air hujan, sehingga air tanah bisa lebih bebas terhadap polusi dan juga zat asam.
  2. Dapat mengurangi adanya volume air yang memenuhi area saluran drainase yang terdapat di jalan, sehingga hal ini bisa mengurangi terjadinya banjir.
  3. Bisa menjadikan udara makin sejuk dan segar.
  4. Bisa mengurangi adanya dampak CO2 dan juga berbagai macam polusi udara yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit pernafasan.
  5. Bisa mengurangi biaya untuk pemakaian penghangat dan pendingin ruangan.
  6. Bisa melawan polusi dari nitrogen yang ada dari air hujan.
  7. Bisa menyediakan sebuah habitat baru untuk serangga dan burung.
  8. Bisa meningkatkan mood seseorang yang tinggal di tempat tersebut, jika dilihat secara psikologis.
  9. Bisa mengurangi adanya dampak negatif karena perubahan iklim.
  10. Dapat melindungi atap dari berbagai macam lapisan. Sehingga, lebih tahan lama dan awet.

Macam-Macam Atap Hijau

Dilihat dari tingkat peranannya, atap ini terbagi atas 3 macam pilihan. Yaitu atap intensif, atap ekstensif, dan juga atap biodiversal atau disebut juga dengan atap coklat.

Atap Intensif

Atap ini punya ketebalan lapisan media tanam tertebal, yaitu melebihi dari 20 cm.  Media tanam yang dipakai adalah tanah subur.

Atap Ekstensif

Sedangkan untuk yang satu ini sangat cocok untuk Anda yang punya banyak kesibukan dan tidak ada waktu untuk merawat tanaman. Karena itulah, media tanamnya adalah dari tanah semi subur yang berguna untuk menanam rumput. Namun, atap ini tidak boleh diinjak, karena lapisannya sangat tipis. Ketebalannya terhadap media tanam tidak sampai 15 cm.

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!