bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Cara Agar Tidak Ketipu dengan Harga Fashion Tanah Abang

Sekarang ini kebutuhan setiap orang tentang tanah semakin meningkat dan mendesak. Hal ini berlaku pula untuk harga fashion tanah abang yang ditawarkan saat ini. Ini tak lain karena jumlah tanah makin terbatas, sementara jumlah manusianya semakin banyak. Hal tersebut membuat sulitnya untuk mendapatkan tanah bagi setiap orang.

Cara Agar Tidak Ketipu dengan Harga Fashion Tanah Abang
Cara Agar Tidak Ketipu dengan Harga Fashion Tanah Abang

Baca juga: Penelitian Harga Tanah Feronia Alam Sutera

Cara Agar Tidak Ketipu dengan Harga Fashion Tanah Abang
Cara Agar Tidak Ketipu dengan Harga Fashion Tanah Abang

Maka dari itulah, sekarang ini ada banyak orang lebih suka memilih untuk membeli tanah perumahan sebagai alternative terbaik untuk mendapatkan rumah dan lahannya. Hanya saja, bila Anda membeli sebuah tanah dari perumahan, maka Anda harus berhadapan dengan pihak developer terlebih dahulu yang bertugas untuk mengembangkan tanah dari perumahan tersebut.

Belum lagi untuk status tanahnya sendiri masih beraneka ragam. Kadang kala ada yang masih girik, ada juga yang sudah memiliki izin HGB dan SHGB, ada juga yang sudah SHM beserta tanah yang belum memiliki dokumen sama sekali.

Nah, sesudah membeli berbagai macam jenis tanah tersebut, biasanya tanah tersebut nantinya akan disertifikatkan menggunakan nama developer menjadi HGB. Itulah yang kemudian dinamakan sebagai sertifikat hak induk.

Ketika tanah yang terdapat dalam perumahan tersebut mulai dikavling dan kemudian dipasarkan beserta dengan bangunannya, maka kemudian sertifikat induknya nanti akan dipecahkan atas nama dari setiap konsumen itu sendiri, dengan status HGB. Dalam praktiknya nanti SHGB dengan beberapa  dokumen yang lain, seperti akta jual beli, IMB akan diterima oleh bank dari pihak developer selama 12 bln dari konsumen melunasi dari biaya balik nama atau BBN.

Jadi, saat nanti buyer mengambil KPR dengan jangka waktu selama 2 tahun, maka bank akan segera memberikan sertifikat rumah tersebut kepada pembeli saat kreditnya lunas.



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding

Namun meskipun begitu, terkadang ada juga masalah yang yang menjadikan sertifikat tidak bisa dipecahkan dan diserahkan oleh developer kepada pihak bank. Misalnya saja untuk  penghematan biaya dalam pengurusan sertifikat yang dilakukan dalam sekali waktu sesudah 1 tahap dari pengembangan berakhir lewat oknum kantor pertahanan yang bukan dari notaris ataupun PPAT.

Sebelum hal tersebut selesai, maka biasanya oknum akan dimutasi tepat pada bagian yang lainnya, sehingga nantinya semua data dan dokumen dari konsumen yang telah diberikan oleh developer menjadi berantakan. Akibatnya, hal tersebut membuat pengurusan menjadi wajib diulang kembali lewat oknum pejabat yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan pemecahan sertifikat menjadi harus ditunda.

Jadi, disini khusus untuk konsumen yang sudah melunasi kewajibannya yang akan mendapatkan sertifikat yang seharusnya. Barulah nanti sesudah semua kewajibannya telah terlunasi, maka nantinya secara otomatis pihak bank akan membeli kredit perumahan kepada konsumen sekaligus memberikan sertifikat kepada konsumen tersebut.

Hanya saja, sertifikat yang diberi nanti masih berstatus HGB. Itu karena sertifikat tersebut masih belum menajdi nama konsumen itu sendiri. Jadi, untuk mendapatkan sertifikat hak milik, setiap konsumen wajib mendatangi pihak Badan Pertahanan Nasional. Atau BPN. Barulah setelah disetujui, maka pihak konsumen akan memberikan sertifikat SHM.

Dalam praktiknya, setiap orang harus memiliki SHM. Dan itu harus segera dilakukan. Karena, bila prosesnya berlama – lama, itu biasanya terjadi karena memang konsumen sendiri belum memberikan semua data yang harus diberikan kepada BPN. Jadi, sebenarnya cara untuk merubah sertifikat itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Intinya, saat konsumen membayar semuanya lunas, itu akan membuat pihak pengembang langsung memberikan sebuah sertifikat kepada pihak konsumen. Dan dalam waktu yang sudah ditentukan nantinya jika pengembang belum juga memberikan sertifikatnya, maka itu berarti mereka sudah melanggar aturan.

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!