bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Mengenal Lebih Jauh dari Desain Arsitektur Kolonial

Mengenal Lebih Jauh dari Desain Arsitektur Kolonial – Sampai pada saat ini, desain arsitektur kolonial ini seolah-olah selalu melekat ke dalam perjalanan panjang Indonesia yang jelas telrihat dari segi desain pembangunan bangunannya untuk menuju ke tahap kemerdekaan. Bangunan besar yang menggunakan gaya kolonial ini kerap sekali terlihat di sejumlah bagian kota yang ada di tanah air.

Desain Arsitektur Kolonial
Desain Arsitektur Kolonial

Baca juga: Cara Membuat Corak Terrazzo untuk Jam Dinding Paling Mudah

Desain Arsitektur Kolonial
Desain Arsitektur Kolonial

Sebagai bekas negara jajahan dari bansa Eropa dan Asia, misalnya saja seperti negara Belanda dan juga Portugis hingga Jepang, otomatis hal ini membuat kemunculan efek dan pengaruh dari gaya arsitektur yang berasal dari Portugis, Belanda, dan Jepang. Karena itulah desain perkembangan arsitektur di negara Indonesia menjadi makin pesat. Bahkan kini sudah banyak kombinasi desain rumah bergaya Eropa dengan arsitektur tradisional dari indonesia.

Sejarah desain arsitektur kolonial

Sejarah telah mencatat bahwa yang namanya perkembangan arsitektur kolonial yang hadir di Indonesia ini awal mulanya diawali oleh bangsa Eropa. Karena merekalah yang pertama kali singgah ke Indonesia. Yaitu Portugis, kemudian dilanjutkan dengan Spanyol, Inggris, beserta Belanda. Awalnya mereka datang hanya untuk berdagang saja.

Sehingga, mereka kemudian mulai membangun rumah dan juga pemukiman tepat di sejumlah kota yang ada di indonesia yang letaknya dekat dengan pelabuhan. Dimana wal mulanya itu dinding rumahnya berasal dari kayu dan juga papan yang lengkap dengan penutup atap ijuknya. Anda bisa melihat contoh desainnya ini dari salah satu bangunan yang sangat kolonial, yaitu Lawang Sewu.



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding

Neo Klasik dan Kolonial

Saat itu, Hindia Belanda berasal dari gaya arsitektur yang dipelopori oleh seorang Gubernur Jenderal HW yang dulunya disebut juga dengan the Empire Style atau disebut juga dengan the Ducth Colonial Villa: yaitu gaya arsitektur yang neo klasik yang mulai melanda Eropa, khususnya d area Prancis. Hasilnya, kemudain bentuk dari gaya Hindia Belanda yang citranya dari Kolonial ini mulai disesuaikan dengan area lingkungan lokal, material, dan iklim yang ada dalam masa itu.

Bangunan yang kesannya grandeur atau megah dengan gaya arsitektur neo klasik ini dulunya lebih dikenal dengan sebutan indische architecture. Dimana kesannya lebih mengarah pada denah simetris yan lengkap dengan 1 lantai terbuka, dengan pilar di bagian serambi depan dan belakang rumah. Yang pasti desainnya khas dengan pilar yang menjulang ke atas khas Yunani dengan gevela atau sebuah mahkota di bagian serambi depan dan belakang memakai sebuah atap perisai.

Di tahun 1902 hingga di tahun 1920 an silam, dulu secara umum, kharakter dan ciri khas dari arsitektur kolonial yang hadir di Indonesia di tahun 1900 an sampai dengan 1920 an saat itu memakai sebuah gevel atau gable yang terlihat di bagian depan bangunan. Bentuk dari gable ini umumnya begitu bervariasi. Misalnya saja seperti berbentuk curvilinear gable, gambrel gable, stepped gable, dan juga pediment atau dengan tambahan entablure.

Selain itu, ada juga penambahan sebuah tower bangunan di bagian rumah yang umumnya dulu hanya digunakan di bagian bangunan gereja saja. Namun saat ini sudah banyak bangunan umum di rumah rumah yang menggunakan tower ini dalam mode arsitektur kolonial belanda di abad ke 20 an. Bentuknyapun cukup unik. Bisa segi empat, bulat, dan ada juga kombinasi gevel depan. Tentu saja ini emnjadi cukup menarik sekali.

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!