bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Cara Menciptakan Desain Kolonial dalam Interior Rumah

Menggunakan desain rumah dengan berbagai macam jenis, memang sudah tidak asing lagi ya sobat. Salah satunya desain rumah klasik dengan tema kolonial. Kolonial disini bukan berhubungan dengan penjajahan ya sobat. Ada banyak sekali hal yang dapat diambil dari zaman kolonial dulu. Salah satunya pada bidang seni.

Desain Kolonial
Desain Kolonial

Baca juga: Desain Ala Skandinavia Cocok untuk Para IG

Desain Kolonial
Desain Kolonial

Desain kolonial berkembang dengan adanya campur tangan bangsa inggris pada zaman kolonial dulu. Desain klasik selalu terlihat unik dan berbeda. Memancarkan ciri khas tersendiri, pemilik rumah pun menjadi bangga. Maka dari itu, tak jarang orang menghabiskan banyak uang untuk mengubah interior rumah menjadi unik dan klasik.

Kesan mewah juga timbul dari desain kolonial pada rumah. Detail aksen ukiran yang sangat cantik juga menambah aura elegan dan unik. Desain kolonial bisa sobat berikan pada interior rumah.

Pada artikel kali ini, saya akan menuliskan bagaimana memberikan sentuhan kolonial pada desain interior rumah. Yukss simak…

  1. Furnitur untuk melengkapi interior kolonial

Furnitur memang menjadi bahasan utama saat membicarakan masalah interior rumah ya sobat. Penggunaan furniture bisa memberikan interior rumah menjadi lebih hidup.  Sobat bisa membeli furniture unik di toko antik. Furniture seperti meja, kursi, lemari, lampu dengan ukiran-ukiran cantik dan detail. Sobat bisa memilih furniture berbahan kayu dengan warna kecoklatan. Pilih furniture dengan tampilan sedikit usang, namun tetap dalam kondisi bagus ya sobat. Untuk ruang makan, sobat bisa menggunakan furniture meja dengan bentuk persegi bench seating. Biasanya, furniture bergaya kolonial dirancang dengan tampilan sedikit glamor dengan sentuhan ukiran disetiap sudutnya. Biasanya gaya semacam ini, akan sobat temukan pada furniture  sofa dengan  lengan yang melengkung ke bawah atau bulat. Biasanya bahannya tebal seperti bludru.



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
  1. Warna yang dominan pada dekorasi interior kolonial

Dekorasi interior kolonial mempunyai ciri khas warna sendiri. Warna pigmen menjadi warna dasar dengan corak yang lembut. Dinding ruangan baik interior dan eksterior kebayakn berwarna kream. Warna kream sangat cocok menemani desain interior kolonial, karena warna yang diperlihatkan terkesan unik dan tempo dulu. Warna kream juga bisa dipadu-padankan dengan warna lainnya. Seperi warna coklat  alami pada kayu. Menambah kesan elegan dan lembut pada dekorasi interior. Warna lain yang bisa dipadu-padankan dengan warna kream antara lain deep green, mustard yellow, dan barn red. Perpaduan warna ini, bisa sobat aplikasikan di furniture meja, kursi, sofa dan furniture lainnya.

Penggunann wallpaper pada dinding juga bisa lakukan. Meski pada desain interior kolonial jarang digunakan, karena mahalnya wallpaper kala itu. Tapi sobat tetap bisa menggunakannya. Wallpaper dengan motif wall stencil, motif buah ataupun motif bunga. Penggunaan wallpaper tetap bisa memberikan nuansa kolonial pada interior rumah.

  1. Pencahayaan model kolonial

Bahan material kayu, besi, dan wrought metals menjadi gaya arsitektur pencahayaan kolonial. Ketiga bahan tersebut digunakan karena memiliki bahan yang terlihat antik dan using. Untuk memunculkan kesan artistik pada pencahayaan, sobat dapat  memilih desain yang dibuat rustic dengan detail utilitarian. Ornamenya juga relative sederhana.

Pada kolonial, jarang sekali menggunakan lampu. Pencahayaan berasal dari lilin-lilin. Seiring berkembangan zaman, lampu dengan desain kolonial banyak ditemui. Kini lampu kolonial telah didesain dengan menggunakan bentuk elektrik. Kesan lampu kolonial dapat ditemukan dengan gaya kandelar, Bar Lights, Sconces dan lentera bergaya kolonial.

Itu dia sobat, beberapa cara untuk memberikan nuansa kolonial pada desain interior rumah sobat. Semoga bermanfaat….

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!