bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Klasifikasi Desain Retro Interior Bergaya 1960-an

Klasifikasi Desain Retro Interior Bergaya 1960-an – Seperti yang telah diketahui, bahwa desain retro mulai meramaikan dunia interior itu di tahun 1960-an sampai dengan di awal tahun 1990-an. Akan tetapi, perkembangan untuk desain ini sendiri sebenarnya sudah mulai tumbuh dari awal th 1990-an yang lalu. Setiap dekade dan setiap era, desain ini mulai tumbuh dan mendapat pengaruh dari adanya perkembangan industri yang lain. Berdasarkan perkembangan era, desain ini dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa gaya di bawah ini:

Desain Retro
Desain Retro

Baca juga: Fresh! Item Dekorasi Ini Bikin Teras Minimalis Makin Hijau

Desain Retro
Desain Retro

Desain Retro Art Deco

Gaya untuk desain retro yang satu ini merupakan salah satu desain paling awal yang masuk dan berkembang di tahun 1930-an. Bila dilihat dari segi konsepnya secara keseluruhan, desain ini lebih identik dengan bau yang serba kesederhanaan bila dibandingkan dengan desain yang lain. Dominasi terhadap berbagai macam bentuk gubahan masa yang jauh lebih geometrik dan lebih formal, beserta elemen garis yang simple dan tegas adalah ciri khas dari desain art deco ini. Untuk bentuk perabotan dalam desain art deco itu sendiri umumnya juga lebih melebar ke samping atau melebar horizontal.

Umumnya, perabotannya dipenuhi dengan material dari kayu solid yang telah dikombinasikan bersama dengan material logam. Misalnya saja dari kuningan dan dari besi. Desain ini juga lebih sering memakai warna kuning gading, warna mint, warna beige, warna cream, warna abu-abu muda, dan juga warna coklat muda untuk warna dasarnya. Beberapa warna tersebut dapat dikatakan jauh lebih lembut bila dibandingkan dengan desain retro yang telah berkembang di era berikutnya.

Desain Retro Fifties



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding

Sama seperti namanya, desain ini berkembang dari era tahun 1950-an. Kehadiran dari desain ini ada kaitannya dengan adanya perkembangan industri dan ekonomi yang cukup pesat di waktu itu. Dengan begitu, pemakaian material dan warnanya untuk desain interiornya menjadi jauh lebih eksploratif dan jauh lebih berani lagi. Untuk desain fifties yang satu ini umumnya dipenuhi dengan perabotan dan material dari vinyl, fiber, karet, plastik, melamin, dan juga berbagai macam material industri yang lain. Berbeda sekali dengan desain art deco. Karena untuk dekorasi ini nanti Anda akan menemukan berbagai macam warna yang jauh lebih berani. Misalnya saja berwarna jingga, kuning, merah, dan warna fuschia untuk palet warna primer di ruangan. Entah itu untuk elemen perabot sampai dengan lantai dan dinding rumah.

Desain Pop Art

Berlanjut di tahun 1960-an, dunia fashion dan dunia seni mulai berkembang dan telah menjadi kiblat terhadap perkembangan dunia dalam desain retro. Di tahun ini, desain ini jauh popular dengan pop art karena semua bentuk dekorasinya itu dimulai dari sebuah eksplorasi yang tajam dan pemakaian warna di bagian desain interior yang tidak kenal batas. Di era tahun pop art ini adalah eranya desain yang punya ciri khas yang paling berbeda dan menonjol dari desain retro yang hadir di tahun sebelumnya.

Desain Retro Seventies

Ketika memasukan di tahun 1970-an, desain art deco mulai lagi dilirik kembali menjadi bentuk yang estetis yang bagus bila diaplikasikan ke dalam desain interior rumah. Dapat dikatakan bahwa desain seventies adalah transformasi dari desain art deco yang telah dilengkapi dengan teknologi yang jauh lebih modern. Tidak harus selalu simple, karena desain seventies ini punya bentuk yang jauh lebih dieksplorasi dan memiliki kiblat pemakaian warna yang jauh lebih mengarah ke dalam warna earthy tone.

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!