bonersbbq.com

Tunggu, sedang memuat. . .

Hindari Hal Ini jika Membeli Rumah dengan Cara Over Kredit

Hindari Hal Ini jika Membeli Rumah dengan Cara Over Kredit – Setiap anggota keluarga sudah pasti ingin memunyai sebuah rumah. Karena rumah adalah impian setiap orang. Bila bisa mempunyai sebuah rumah, maka meskipun rumahnya tersebut berbentuk sederhana, akan tetapi hal ini bisa membuat Anda menjadi terasa lebih lengkap. Namun sayangnya, ternyata tidak semua orang bisa memiliki sebuah rumah. Banyak diantara dari mereka akhirnya memilih cara over kredit untuk mendapatkan rumah.

over kredit
over kredit

Baca juga: Contoh Nuansa Sederhana yang Cocok untuk Denah rumah 3 KT

over kredit
over kredit

Hal ini dikarenakan, dana mereka sangat terbatas. Sementara harga jual rumah selalu saja meningkat. Makin hari semakin mahal saja. Hal ini membuat kebanyakan orang menjadi merasa kesulitan untuk bisa membeli sebuah rumah idaman mereka. Nah, maka dari itulah, bila Anda ingin mencoba membeli sebuah rumah dengan cara over kredit, maka di bawah ini akan kami berikan sedikit ilustrasi dan gambaran untuk membeli rumah dengan cara ini!

Proses Ilustrasi Membeli Rumah dengan Over Kredit

Eka sudah hampir selama 3 tahun ini telah membayar angsuran sebuah rumah yang dibeli dari temannya. Sampai pada akhirnya, proses pembyaran kredit rumah yang dilakukannya tersebut berhasil lunas. Kemudian, sesudah Eka berhasil melunasinya, Eka pun kemudian menuju ke bank agar bisa mendapatkan sertifikat asli rumah yang sudah dibelinya tersebut. Namun, apa yang terjadi?

Ternyata, justru ketika dalam masa proses pelunasan pembayaran over kredit di bank, ketika Eka ingin mengambil sertifikat asli rumahnya tersebut, justru ternyata pihak bank malah menolak pengajuan Eka tersebut. Mau tahu alasannya?



Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding

Pihak bank tersebut tidak dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh Eka, yaitu mengambil sertifikat rumah aslinya tersebut dikarenakan Eka tidak mempunyai sebuah dokumen apapun yang menyatakan bahwa dialah orang yang sudah melanjutkan prose spembayaran angsuran kredit rumah yang dulunya dibeli menggunakan tas nama temannya tersebut, yaitu Dhani. Karena saat itu, Eka telah melakukan over kredit rumah itu dari Dhani.

Transaksi yang dilakukan di antara Dhani dan Eka tersebut hanya bisa dibuktikan menggunakan sebuah kwitansi bertuliskan LUNAS. Sementara pihak bank yang telah menjadi seorang pemilik jaminan dari tanah dan bangunan justru tidak tahu sama sekali tentang transaksi yang dialkukan oleh kedua belah pihak itu. Karena alasan inilah membuat pihak bank tersebut hanya akan memberi sertifikat yang asli ini hanya kepada Dhani saja.

Bila Anda berpikir bahwa hanya cukup dengan memakai kwitansi LUNAS saja di antara pembeli dan penjual saja itu sudah cukup untuk melakukan proses transaksi over kredit rumah ini, maka itu artinya Anda salah besar. Hal ini dikarenakan apapun proses transaksi yang Anda lakukan tersebut, seharusnya Anda tetap melakukan prosesnya dengan pihak bank yang bersangkutan. Bagaimana pun juga, pihak bank harus tahu tentang transaksi yang Anda lakukan.

Karena yang menjamin dan membawa sertifikat aslinya adalah pihak bank itu sendiri.  Sehingga, mau tidak mau harus tetap ada persetujuan di antara ketiga belah pihak. Barulah nanti setelah ada kesepakatan bersama, Anda bisa melakukan proses transaksi tersebut dengan aman. Bagaimana pun juga, meskipun Anda membelinya dari seorang teman Anda, tetap saja Anda harus memahami bahwa berbicara urusan rumah dan keuangan, tetap saja hal ini harus diperhitungkan dengan baik.

Jika Anda tidak memperhitungkan dengan baik, yang ada malah Anda tidak akan pernah mendapatkan rumah yan gsudah Anda bayarkan tersebut.

Lagi TREND !!! Baca : Kreasi Hiasan Dinding
error: Content is protected !!